MAHKAMAH KONSTITUSI:PASANGAN SUKA HAMDI AKHIRNYA BERHASIL MELENGGANG KE KURSI BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN TEBO *MONEY POLITIC TIDAK MENGARAH PADA PELANGGARAN SECARA TERSTRUKTUR ,SISTIMATIS, DAN MASIF*DALIL-DALIL KEBERATAN PASANGAN YOPI-SAPTO TIDAK TERBUKTI DAN TIDAK BERDASARKAN HUKUM * HUMAS PROVINSI KEBOBOLAN BERITA ISTRI GUBERNUR AKIBATNYA NAMA BAIK GUBERNUR JAMBI TERCEMAR*SAMISAKE:100 juta untuk pendidikan di tiap kabupaten*WAKIL GUBERNUR:Arah Pembangunan Provinsi Jambi berwawasan Lingkungan*SAMISAKE:22 Milyar untuk bedah rumah di tiap kabupaten*Pemerintah Jambi beri bantuan dana 3,6 milyar untuk renovasi gedung Taman Budaya*Warga masih saja mengeluh soal pelayanan PDAM Tirta Mayang *HBA optimes Jambi Emas terwujud*2011 Pemerintah Jambi gulirkan dana bantuan 5 juta untuk Pengrajin*Pemprov Jambi dan PTPN VI bersama membangun Jambi*SAMISAKE:Satu Milyar Satu Kecamatan * Anggota Korpri harus Netral *

11/23/2010

Kampus IPDN,Kuliah Umum Gubernur Jambi





          JE-Sumedang, Bertempat di Balairung Rudini Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatingangor kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat, Sabtu (20/11), Gubernur Jambi H.Hasan Basri Agus menyampaikan kuliah umum kepada para praja IPDN yang bertajuk “Dimensi Kepemimpinan Menuju Jambi Emas 2015”.

Mengawali kuliah umum tersebut, Gubernur Jambi menceritakan secara singkat pengalaman karirnya di dunia birokrasi. ”Belum hilang dari ingatan saya, bagaimana pengalaman saya yang memulai karir di Birokrasi setelah menyelesaikan kuliah di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri, sekarang menjadi IPDN”, ujar HBA. Bagaimana sulitnya saya bertugas di Kantor Lurah dan menghadapi berbagai karakter masyarakat dengan latar belakang yang berbeda. Kemudian meningkat menjadi Sekretaris Kecamatan, menjadi Camat, Asisten, Sekda, menjadi Bupati sampai menjadi Gubernur Jambi saat ini.

Menurut HBA, tujuan dirinya menceritakan pengalamannya tersebut adalah untuk memotivasi semangat para praja agar mau kerja keras dan belajar sungguh-sungguh dalam meningkatkan kompetensi dan pengetahuan sehingga apa yang dicita-citakan dapat tercapai, terlebih lagi di era global seperti saat ini dimana tingkat persaingan antar wilayah semakin tinggi.

Pada kesempatan tersebut HBA juga memberikan kiat-kiat untuk menjadi pemimpin yang sukses. Empat kunci sukses yang diberikan HBA, yakni pertama, memiliki kemauan yang keras dalam bekerja dan belajar. Kedua, memegang prinsip untuk tidak cepat puas dengan hasil yang telah dicapai saat ini. Ketiga, bersifat empathy (peduli terhadap lingkungan sekitar), dan keempat, seorang pemimpin yang sukses adalah jangan memiliki sifat dendam.

Selanjutnya Gubernur Jambi menjelaskan beberapa permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius dalam pembangunan Provinsi Jambi antara lain: Terbatasnya sarana dan prasarana infrastruktur, Belum optimalnya pemanfaatan sumberdaya alam, Belum meratanya pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, Belum tumbuhnya agro industri, Angka pengangguran dan jumlah penduduk miskin, Belum optimalnya sinergisitas percepatan pembangunan daerah.

Dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pembangunan maka visi Pembangunan Provinsi Jambi yang dirumuskan adalah “Ekonomi Maju, Aman, Adil dan Sejahtera” atau Jambi Emas 2015. Dalam upaya untuk mewujudkan visi tersebut, agar arah dan tujuan dari pembangunan yang telah disepakati dapat terealisasi dengan baik, maka Misi pembangunan Provinsi Jambi adalah :
1)     Meningkatkan Kualitas dan Ketersediaan Infrastruktur Pelayanan Umum;
2)     Meningkatkan Kualitas Pendidikan, Kesehatan, Kehidupan Beragama dan Berbudaya;
3)     Meningkatkan Perekonomian Daerah dan Pendapatan Masyarakat berbasis Agribisnis dan Agroindustri;
4)     Meningkatkan Pengelolaan Sumberdaya Alam yang Optimal dan Berwawasan Lingkungan;
5)     Meningkatkan Tata kelola Pemerintahan yang baik, Jaminan Kepastian dan Perlindungan Hukum serta Kesetaraan Gender.

            Dalam rangka mewujudkan visi Jambi emas 2015, diperlukan langkah-langkah strategis. Lima langkah yang diambil sebagai direktive percepatan pencapaian tujuan program pembangunan antara lain:
1.   Mendorong pemerataan pembangunan maupun hasil-hasilnya melalui program satu milyar satu kecamatan. Program satu milyar satu kecamatan ini, diharapkan dapat menjaring aspirasi dari bawah, dapat mengatasi akar permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan dapat mengoptimalkan pemanfaatan potensi masing-masing kecamatan, yang pada gilirannya akan terwujud kemandirian dari kecamatan. Beberapa program yang dilaksanakan antara lain program bedah rumah dan pemberian sertifikat gratis. Setiap tahun 5000 rumah yang tidak sehat akan dibedah yang diprioritaskan bagi masyarakat prasejahtera.  Sementara sertifikat gratis ditujukan sebagai modal untuk pinjaman di bank.
2.   Mendorong percepatan pembangunan Infrastruktur, baik pembangunan jalan dan jembatan yang mampu memperpendek jarak dari daerah produksi ke daerah pusat-pusat distribusi serta pembangunan jaringan listrik, irigasi dan air bersih. Guna meningkatkan efisiensi dan daya saing daerah, yang pada gilirannya investor akan berdatangan untuk menginvestasikan uangnya di Daerah Jambi.
3.   Memajukan pendidikan sebagai modal dasar dalam pembangunan melalui penyediaan guru – guru yang berkualitas, memberikan beasiswa untuk masyarakat umum yang tersebar ke seluruh Kabupaten/Kota dan di perguruan tinggi dari tingkat SD, SMP dan SMA serta Program Strata dua dan tiga. Untuk program S3 sebanyak 62 orang/tahun dan untuk program S2 sebanyak 40 orang /tahun.
4.   Meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan jalan produksi dan irigasi, didukung dengan penyediaan bibit unggul yang baik, pengadaan pupuk, dan pemberian penyuluhan yang intensip, serta pemanfaatan berbagai energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi yang telah ada tapi terbatas.
5.   Meningkatkan kapasitas sumberdaya aparatur guna meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Jambi memberikan sumbangan berupa 3 (tiga) unit laptop untuk mendukung kegiatan perkuliahan di Kampus IPDN.
Sebelum mengakhiri kuliah umum, Gubernur Jambi berpesan kepada para Praja IPDN agar mau bekerja keras dan bersungguh-sungguh, ikhlas, dan memiliki loyalitas tinggi dalam meningkatkan kompetensi dan pengetahuan, sehingga nantinya apa yang diharapkan dan dicita-citakan oleh para praja dapat dicapai.
Kuliah umum oleh Gubernur Jambi kepada Praja IPDN turut dihadiri oleh Guru Besar IPDN, Prof.Erliana Hasan beserta staf di jajaran Kampus IPDN, Asisten III, Kepala BKD, Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Jambi, serta Praja IPDN dari masing-masing tingkatan.*(Nico/Photo : Sukirno)
  

                


GUBERNUR JAMBI AMBIL APEL PROVINSI DI KAMPUS IPDN JATINANGOR

            Sumedang, Saya merasa bangga karena mendapatkan kesempatan untuk mengambil  dan bertindak selaku Pembina Apel Provinsi, melihat adik-adik Praja dengan Pakaian Dinas Harian (PDH). Ingatan saya kembali pada masa dimana saya juga pernah memakai PDH, semasa saya menjadi mahasiswa APDN berpuluh tahun yang lalu, walaupun dalam dimensi dan ruang waktu yang berbeda, tapi saya yakin, kita memiliki satu kesamaan yaitu kebanggaan dan kehormatan telah diberi kesempatan untuk memakai pakaian tersebut.

            Oleh karenanya pertahankan kebanggaan dan kehormatan tersebut, demikian dikatakan Gubernur Jambi H.Hasan Basri Agus, dalam amanatnya yang disampaikan saat menjadi Pembina Apel Provinsi, Sabtu pagi (20/11) di Kampus IPDN Jatinangor Kabupaten Sumedang Jawa Barat.

            Selanjutnya dikatakan gubernur, kampus dimanapun dan apapun namanya pada dasarnya memiliki esensi yang sama, yaitu sebagai kawah Candradimuka bagi para mahasiswanya untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki sebagai bekal untuk mengabdi dan berkiprah ditengah masyarakat.

            Kompetensi merupakan karakteristik dari seseorang yang dibutuhkan dalam rangka mendorong terciptanya tingkat kinerja yang maksimal. Sehingga dengan kompetensi yang dimiliki, akan memberikan peluang untuk dapat mencapai hasil yang berkualitas dari jabatan yang kita sandang. Untuk itu, kepada Praja IPDN diharapkan setelah keluar dari kampus IPDN ini paling tidak memiliki tiga kompetensi dasar, yaitu kompetensi dibidang kepemimpinan, kepelayanan, dan kenegarawanan.

            Beberapa waktu yang lalu, kita dan bahkan dunia luar telah mendengar tentang berbagai persoalan yang terjadi dalam perjalanan Praja STPDN. Untuk itu, jadikanlah cerita masa lalu tersebut sebagai modal dasar untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik lagi. Tanamkan tekad dan semangat, bahwa ditangan adik-adik citra Praja IPDN akan menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang, jelas HBA.

            Akhirnya Gubernur berpesan kepada para Praja IPDN untuk bulatkan tekat dan semangat disertai niat tulus, bahwa keberadaan praja di tempat ini adalah dalam rangka menimba ilmu untuk meningkatkan kompetensi guna menyongsong masa depan  dan pengabdian kepada bangsa dan Negara.  

            Pada kesempatan tersebut gubernur juga mengucapkan “Selamat Merayakan Idul Adha 1431 H”, jadikan momentum perayaan tersebut sebagai spirit bagi praja yang saat ini berkorban jauh dari keluarga dalam rangka mencapai cita-cita.

            Pada kegiatan Apel Provinsi tersebut, Gubernur Jambi mendapatkan kehormatan dengan dilakukan penyematan Lencana Purna Praja IPDN oleh Rektor IPDN, Prof.H.In Sumaryadi.

            Turut hadir pada  kegiatan Apel Provinsi antara lain Rektor IPDN beserta Guru Besar, Pembina dan jajarannya, Asisten III, Kepala BKD, Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Jambi, dan Praja IPDN dari berbagai tingkatan. (Nico/Photo :Sukirno)

           

      



0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More