MAHKAMAH KONSTITUSI:PASANGAN SUKA HAMDI AKHIRNYA BERHASIL MELENGGANG KE KURSI BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN TEBO *MONEY POLITIC TIDAK MENGARAH PADA PELANGGARAN SECARA TERSTRUKTUR ,SISTIMATIS, DAN MASIF*DALIL-DALIL KEBERATAN PASANGAN YOPI-SAPTO TIDAK TERBUKTI DAN TIDAK BERDASARKAN HUKUM * HUMAS PROVINSI KEBOBOLAN BERITA ISTRI GUBERNUR AKIBATNYA NAMA BAIK GUBERNUR JAMBI TERCEMAR*SAMISAKE:100 juta untuk pendidikan di tiap kabupaten*WAKIL GUBERNUR:Arah Pembangunan Provinsi Jambi berwawasan Lingkungan*SAMISAKE:22 Milyar untuk bedah rumah di tiap kabupaten*Pemerintah Jambi beri bantuan dana 3,6 milyar untuk renovasi gedung Taman Budaya*Warga masih saja mengeluh soal pelayanan PDAM Tirta Mayang *HBA optimes Jambi Emas terwujud*2011 Pemerintah Jambi gulirkan dana bantuan 5 juta untuk Pengrajin*Pemprov Jambi dan PTPN VI bersama membangun Jambi*SAMISAKE:Satu Milyar Satu Kecamatan * Anggota Korpri harus Netral *

11/23/2010

Hari Kesehatan Naional ke 46





JE-Jambi, Hari Kesehatan Nasional (HKN)  yang selalu diperingati setiap tanggal  12 November setiap  tahun  sejak 1964.  Di Jambi diperingati hari ini (Senin, 22/11), bertempat di halaman Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, bertindak selaku pembina upacara Gubernur Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus, MM, yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Drs. AM. Firdaus M, Si.

Pada kesempatan ini Sekda membacakan sambutan tertulis Menteri Kesehatan (Menkes) RI Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH, yang mengatakan bahwa, tema HKN ke 46 adalah “Keluarga sehat, investasi bangsa”. Tema ini menekankan akan pentingnya peranan keluarga dalam meningkatkan kualitas kesehatan di masyarakat, bangsa dan Negara.

Dijelaskan Menkes RI, bahwa keluarga merupakan unit terkecil dari suatu bangsa, di dalam keluarga terjadi interaksi dan komunikasi antara ayah, ibu dan anak, yang menjadi awal penting dari suatu proses pendidikan. Ditanamkannya perilaku hidup yang bersih dan sehat sejak dini dalam keluarga dapat menciptakan keluarga yang sehat. Selanjutnya, keluarga yang sehat akan membentuk masyarakat, desa dan kelurahan sehat, Kecamatan, Kabupaten dan Kota serta Provinsi yang sehat, yang akhirnya bangsa yang sehat. Bangsa yang sehat, yang memiliki derajat kesehatan yang tinggi, akan meningkatkan produktivitas bangsa, karenanya keluarga sehat adalah investasi suatu bangsa bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif.

Ditegaskan Menkes, bahwa indek pembangunan manusia atau IPM indicator komposit dari pembangunan manusia atau kualitas suatu bangsa yang diukur dari tingkat pendidikan, derajat kesehatan dan tingkat perekonomian bangsa. Tercapainya keluarga sehat akan meningkatkan IPM bangsa secara bermakna. UU RI No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan, mengamanatkan bahwa Pembangunan Kesehatan ditujukan untuk meningkatkan keadaan, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan SDM yang produktif secara sosial dan ekonomis.

Untuk melaksanakan amanat UU tersebut, komitmen pemerintah diwujudkan dengan diterbitkannya Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kesehatan (RPJPK) 2005-2025, yang antara lain dijabarkan dalam Rencangan Pembangunan Jangka Menengah Kesehatan (RPJM-K) 2010-2014 dan dituangkan dalam Keputusan Presiden No. 5 tahun 2010.

Disampikan Menkes, bahwa "RPJMN mengamanatkan pencapaian Umur Harapan Hidup Manusia Indonesia menjadi 72 tahun, penurunan Angka Kematian Bayi menjadi 24 per 1000 kelahiran hidup, penurunan Angka Kematian Ibu menjadi 18 per 100.000 kelahiran, serta penurunan prevalensi gizi kurang pada balita menjadi kurang dari 15%.

Karenanya menurut Menkes RI, upaya pencapaian sasaran-sasaran ini diperkuat lagi dengan komitmen Pemerintah untuk mencapai sasaran-sasaran Millenium Development Goals atau MDGs yang didukung oleh pemantapan pemberdayaan masyarakat melalui penguatan Upaya Kesehatan Bersumber masyarakat (UKBM) seperti : 1) Program Desa Siaga, 2) Revitalisasi Posyandu dan 3) Reformasi Puskesmas dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan promotif dan preventif.

Banyak permasalahan kesehatan yang dapat diatasi bila aspek perilaku diperhatikan. Keluarga sehat berkaitan erat dengan Perilaku Hidup Bersih dan sehat atau PHBS di Rumah Tangga. Beberapa permasalahan kesehatan seperti Diare dapat dicegah bila masyarakatnya dapat menerapkan perilaku sehat, dengan cuci tangan pakai sabun, minum air yang dimasak dan memanfaakan sarana kesehatan lingkungan dengan baik. Demam Berdarah dapat dicegah bila masyarakat melakukan 3 M plus yaitu menguras, menutup, mengubur, plus membasmi sarang nyamuk, menghindari gigitan nyamuk dan menciptakan ingkungan sehat yang bebas dari jentik nyamuk.

Malaria dapat dicegah jika seluruh anggota keluarga di daerah endemis malaria menggunakan kelambu pada aat tidur. Gizi Buruk dapat dideteksi secara dini dan dicegah bila bayi dan balita selalu dibawa ke Posyandu setiap bulan. Kematian bayi dapat dicegah bila ibu melahirkan ditolong oleh petugas kesehatan di fasilitas esehatan. Penyakit jantung dan hipertensi dapat dicegah bila masyarakat menerapkan gaya hidup sehat aitu berolahraga secara teratur, tidak merokok, dan makan makanan yang tinggi serat.

Hasil Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas tahun 2010, menunjukkan bahwa secara nasional persentase penduduk yang merokok setiap hari sebesar 28,2%, dan rumah tangga yang memiliki jamban sehat adalah sebesar 55,4%. Sementara itu, ibu yang melakukan memeriksaan kehamilan (ANC) dengan 6-8 jenis pemeriksaan hanya 56,8%, dan persentase balita yang ditimbang selama enam bulan terakhir adalah 67,1%.

Diakhir sambutannya Menkese menyampaikan beberapa pesan-pesan penting yang harus disebarluaskan ke seluruh lapisan masyarakat untuk  meningkatkan kesehatan keluarga sebagai investasi bangsa, yaitu :

 · Kesehatan harus dimulai dari rumah, · Gizi baik, anak tumbuh sehat dan cerdas, · Jadilah keluarga Sadar Gizi · Ibu sehat, mampu memenuhi tugas dalam keluarga dan masyarakat ,· Lindungi keluarga dari Narkoba dan HIV-AIDS, · Berperilaku sehat, cegah penyakit, · Bersama kita jaga kesehatan diri, rumah dan lingkungan, · Tetaplah sehat, jika sakit segera berobat, · Jadilah keluarga sehat, lebih produktif dan berprestasi, · Kutanam, Kupelihara Pohon, Lestari Alamku, · Gunakan kelambu saat tidur agar terhindar dari gigitan nyamuk malaria di daerah endemis malaria.
Mari kita wujudkan keluarga sehat sebagai investasi bangsa melalui semangat "Bersama Kita Bisa".

Pada HKN ke 46 ini pemberian penghargaan kepada tenaga kesehatan berprestasi serta pemenang perlombaan dalam rangka HKN 46 di Provinsi Jambi, masing-masing pemenang terdiri dari :

Pemenang Lomba Desa Perilaku Hidup Bersih dan sehat (PHBS), pemenang I Desa Pulau Tujuh, Kecamatan Pemenang Barat Kabupaten Merangin, Pemenang II Desa Singkawang Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, dan keluar sebagai pemenang III Desa Bukit Talang, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi.

Pemenang lomba Koordinator Imunisasi Terbaik Puskesmas Tingkat Provinsi Jambi,  pemenang I Hj. Sukma Iryani, Puskesmas Koni, Kota Jambi, Pemenang II A. Rahman dari Puskesmas Tanjung Agung Kabupaten Bungo, dan pemenang III Idrus dari Puskesmas Mendahara Kabupaten Tanjungjabung Timur.

Pemenang Pemilihan Tenaga Kesehatan Teladan Puskesmas (Medis, paramedik, kesehatan masyarakat dan gizi) :
Tenaga Medis,  pemenang I Dr. Hj. Sari Emma, Kota Jambi, Pemenang II Drg. Maya Siska, Kabupaten Batanghari, dan pemenang III Dr. Andre Wilia Putra dari Kabupaten Tebo.
Tenaga Paramedis,  pemenang I Meiriyastuti, Am.Keb Kabupaten Tebo, Pemenang II Jumini, Am. Keb dari Kota Sungai Penuh, dan pemenang III Paini dari Kabupaten Muaro Jambi.
Tenaga Kesmas, pemenang I Yefni Tety dari Kota Sungai Penuh, Pemenang II Dame Herawati dari Kabupaten Muaro Jambi dan pemenang III Weni Aprianti, SKM dari Kabupaten Merangin.
Tenaga Gizi, pemenang I Laurencus Buti Siagian, AMG, Kota Jambi, Pemenang II Fadhila Rahmi Boer, AMG, dari Kabupaten Tebo, dan pemenang III Reihana Fitri dari Kabupaten Tanjungjabung Barat.

Puskesmas berprestasi Pertama Puskesmas Sungai Penuh, Kota Sungai penuh, berpretasi dua Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi dan berprestasi tiga Puskesmas Meranti Kabupaten merangin.

Sedangkan pemenang lomba poster obat generik tahun 2010 tingkat SLTA keluar sebagai pemenang ;
Pemenang I Wahyu Jeriko Saputra dari SMA 11 Kota Jambi, pemenang II Rifky Wijaya dari SMA 11 Kota Jambi dan Pemenang III Angga Maiki dari SMA 5 Kota Jambi. (Sunarto / fotografer A. Somad).






0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More