JE, Bukti keseriusan Gubernur Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus, MM dalam mengatasi infrastruktur diperlihatkan dengan langsung memimpin rapat dan mengevaluasi pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi sebagai instansi teknis yang langsung menangani masalah infrakstruktur, Selasa (2/11).
Setibanya di Dinas PU Provinsi Jambi pada gubernur langsung mengambil apel pagi yang diikuti oleh seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan Dinas PU Provinsi Jambi, dan pada kesempatan ini dalam arahannya guebrnur menyampaikan, bahwa infrastruktur wilayah adalah misi pertama Jambi Emas (ekonominya maju, aman, adil dan sejahtera) 2015, disamping energy; sosial budaya; pengembangan ekonomi rakyat, investasi dan kepariwisataan; ketahanan pangan dan sumberdaya alam serta lingkungan hidup; dan penataan tata pemerintahan yang baik, hal ini disampaikan Gubernur Jambi dihadapan seluruh jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi.
Seusai apel gubernur didampingi langsung memimpin rapat dengan Kepala, Sekretaris, para Kepala Bidang, dan para Kepala UPT Dinas PU Provinsi Jambi.
Seusai memimpin rapat gubernur dengan didampingi Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jambi Ir. H. Ahmad Fauzi, MTP, menyampaikan, bahwa 900 ruas jalan nasional maupun jalan strategis jalan nasional di Jambi tahun 2011 dapat ditangani dengan dana APBN sebersar Rp575 milyar, baik perawatan maupun peningkatan kelas jalannya. Salah satunya pengerjaan jalan dari Bangko menuju Sungai Penuh sepanjang 160 km, dana yang tersedia di anggaran Provinsi sebesar Rp30 milyar, kemudian ditambah anggaran dari APBN sebesar Rp75 milyar, sehingga jumlahnya mencapai Rp.105 milyar, pada tahun sebelumnya dana yang tersedia untuk pengerjaan jalan ini hanya Rp15 milya, saat ini sudah mulai dibuka dan diperbaiki, tegas gubernur yang di pertegas oleh Kepala Bappeda Provinsi Jambi.
Ditegaskan gubernur, “bahwa misi Jambi Emas 2015, misi pertama adalah infrastruktur, terutama jalan, air minum, irigasi, energy listruk (PNL) dan yang lainnya, karenanya saya merasa perlu datang ke Dinas Pekerjaan Umum ini, yang pertama guna memotivasi dan menginstruksikan kepada seluruh jajaran Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi, mulai tahun anggaran 2011 termasuk anggaran perubahan tahun 2010, agar pengawasannya betul-betul ditingkatkan, dan harus mencapai sasaran sebagaimana yang diharapkan”.
Pada kesempatan ini gubernur telah mengevaluasi semua bidang-bidang yang ada di Dinas PU Provinsi Jambi, mulai dari anggaran perubahan 2010, karena pada anggaran perubahan telah dialokasikan dana sebesar Rp50 milyar. Dijelaskan gubernur Rp46 milyar dari Rp50 milyar diperuntukan untuk sektor Bina Marga, berupa perbaikan jalan, terutama jalan-jalan Provinsi Jambi, gubernur langsung mengecek satu persatu, sudah sejauh mana pelaksanaannya, ada hambatan atau tidak.
Dicontohkan gubernur, pembangunan box culver (saluran air) yang ada di depan Jamtos di jalan Patimura Kota Jambi, yang sudah harus segera dimulai, dan diperkirakan sampai dengan akhir tahun anggaran tidak dapat terselesaikan, karena saat ini sudah bulan November, pengerjaannya membutuhkan waktu karena box yang dibangun cukup besar, jangan sampai ada lagi kebanjiran di sekitar itu. Kemungkinan pengerjaan box ini hanya dapat terselesaikan 50-60 persen pada anggaran perubahan, sisanya harus dianggarkan pada tahun 2011, demikian juga dengan pembangunan tugu antara Provinsi Jambi dengan Sumatra Barat. Disamping mengecek seluruh anggaran yang ada di Dinas PU, jangan sampai ada tumpang tindih anggaran, ujarnya.
Dijelaskan juga oleh gubernur, bahwa pada kesempatan ini gubernur juga mengevaluasi program tahun anggaran 2011, baik yang menyangkut jalan nasional , maupun jalan strategis nasional yang anggarannya mencapai Rp1,2 triliun, yang mengalami peningkatan tiga hingga empat kali lipat dari tahun sebelumnya, sehingga dapat dipastikan seluruh jalan nasional dan irigasi dan sektor Cipta Karya di Provinsi Jambi selesai pada tahun 2011, tegas gubernur.
Sehubungan dengan itu gubernur menginstruksikan, agar seluruh pejabat di Dinas PU Provinsi Jambi menguasai lapangan yang menjadi wilayah kerjanya, jangan sampai ada pejabat tidak mengetahui lokasi yang akan dikerjakan, seperti Kepala Bidang Bina Marga jangan sampai tidak tahu dimana lokasi jalan yang akan dibangun, atau malah tidak pernah ke daerah yang akan dibangun, seperti misalnya jalan di Jangkat, Batang Asai dan lain sebagainya, gubernur meminta agar para pejabat benar-benar mengecek wilayah kerjanya, cek apa saja yang dibutuhkan masyarakat di wilayah tersebut, tegas gubernur.
18.48
jambiemas



0 komentar:
Posting Komentar