MAHKAMAH KONSTITUSI:PASANGAN SUKA HAMDI AKHIRNYA BERHASIL MELENGGANG KE KURSI BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN TEBO *MONEY POLITIC TIDAK MENGARAH PADA PELANGGARAN SECARA TERSTRUKTUR ,SISTIMATIS, DAN MASIF*DALIL-DALIL KEBERATAN PASANGAN YOPI-SAPTO TIDAK TERBUKTI DAN TIDAK BERDASARKAN HUKUM * HUMAS PROVINSI KEBOBOLAN BERITA ISTRI GUBERNUR AKIBATNYA NAMA BAIK GUBERNUR JAMBI TERCEMAR*SAMISAKE:100 juta untuk pendidikan di tiap kabupaten*WAKIL GUBERNUR:Arah Pembangunan Provinsi Jambi berwawasan Lingkungan*SAMISAKE:22 Milyar untuk bedah rumah di tiap kabupaten*Pemerintah Jambi beri bantuan dana 3,6 milyar untuk renovasi gedung Taman Budaya*Warga masih saja mengeluh soal pelayanan PDAM Tirta Mayang *HBA optimes Jambi Emas terwujud*2011 Pemerintah Jambi gulirkan dana bantuan 5 juta untuk Pengrajin*Pemprov Jambi dan PTPN VI bersama membangun Jambi*SAMISAKE:Satu Milyar Satu Kecamatan * Anggota Korpri harus Netral *

11/15/2010

HBA,BALAJASUMBA bersatu bangun Daerah


 
            JE-Jakarta, Agar masyarakat Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel), yang kini dinamakan dengan BELAJASUMBA (Bengkulu, Lampung, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung) bersatu dan berkontribusi untuk membangun daerahnya masing-masing, itulah yang ditekankan dan dihimbau oleh Gubernur Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA) kepada seluruh masyarakat Belajasumba dalam Halal bi Halal Masyarakat BELAJASUMBA se Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) Tahun 2010 pada Sabtu, 23 Oktober 2010.
            Acara yang digelar di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC) mengsung tema Dengan Halal bi Halal Kita Tingkatkan Solidaritas Masyarakat Sumatera Bagian Selatan dalam Rangka Akselerasi Pembangunan Wilayah Belajasumba.
            Dalam sambutannya, Gubernur Jambi, HBA mengatakan agar seluruh masyarakat Belajasumba menyatukan sikap, menyatukan hati untuk membangun lima provinsi di Sumatera Bagian Selatan.
            HBA menuturkan secara singkat perjalanan sejarah TP Sriwijaya, salah satu organisasi yang memotori terselenggaranya halal bi halal tersebut. TP Sriwijaya, pada fase perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia merupakan singkatan dari Tentara Pelajar, yang dulunya berjuang bersama untuk mengusir penjajah dari bumi Nusantara, terutama di daerah Sumatera bagian Selatan (Belajasumba). Gubernur mengemukakan bahwa persatuan dan kebersamaan adalah hal yang sangat posotif dari TP pada masa itu.
            Gubernur melanjutkan, saat  ini, pada masa mengisi kemerdekaan TP tersebut diubah menjadi Tenaga Pembangunan. Jiwa persatuan dan kebersamaan seperti masa Tentara Pelajar itu lah yang sangat penting untuk dipupuk kembali. Karena sekarang ini bukan lagi masa merebut kemerdekaan, namun mengisi kemerdekaan, maka semangat atau spirit dan jiwa persatuan dan kebersamaan ditujukan untuk pembangunan, untuk membangun Belajasumba.
            HBA juga meminta tokoh-tokoh masyarakat Belajasumba yang berdomisili di Jabodetabek mengingat daerahnya masing-masing dan mendukung program pembangunan daerah di Belajasumba. HBA bahkan mengatakan bahwa dalam Hadis Nabi pun dinyatakan agar orang-orang mengingat dan peduli terhadap daerahnya.
            Bedah Rumah (5.000 rumah se tahun) untuk masyarakat sangat miskin di Provinsi Jambi adalah satu program yang dikemukakan HBA, sembari menghimbau seluruh masyarakat Belajasumba untuk berperan aktif membangun darahnya.
            Selain itu, HBA juga menghimbau masyarakat Belajasumba yang tinggal di Jabodetabek yang kondisi ekonomi dan keuangannya relatif baik, supaya bersedia memberikan sebagian dari kekayaan yang dimilikinya untuk membantu masyarakat miskin di daerahnya masing-masing, bahkan kalau bisa membantu masyarakat di Belajasumba.
            Gubernur Jambi yang dilantik pada 3 Agustus 2010 yang lalu ini juga menambahkan bahwa sekitar tiga bulan menjabat sebagai gubernur Jambi, ia sudah mengunjungi beberapa tokoh Belajasumba, yang mana hal itu dilakukannya karena ia bagian masyarakat Belajasumba, dan sasarannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, bagian dari Belajasumba.
            Kepada beberapa orang wartawan, Gubernur Jambi, HBA didampingi istri, Hj. Yusniana Hasan Basri dan beberapa orang pegawai Pemerintah Provinsi Jambi mengatakan bahwa dia mengucapkan selamat dan terimakasih kepada pengurus Belajasumba atas terselenggaranya halal bi halal ini, Belajasumba merupakan wadah penting yang diharapkan dapat menyatukan kelima provinsi tersebut. Kesatuan dan keterpaduan masyarakat kelima provinsi itu sangat diharapkan untuk meyejahterakan masyarakat Belajasumba.
            Gubernur Jambi, HBA merupakan perwakilan gubernur Belajasumba yang memberikan sambutan dalam halal bi halal tersebut. Ada dua orang gubernur dari lima provinsi Belajasumba yang hadir dalam acara itu, HBA dan Gubernur Sumatera Selatan, Ir. Alex Noerdin, MBA.
            Aburizal Bakrie, tokoh masyarakat Belajasumba, dalam sambutannya mengungkapkan agar seluruh masyarakat Belajasumba bisa mengatasi ego yang bersifat negatif, karena menurutnya hal tersebut akan menjadi penghalang dalam memajukan kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, ia menekankan agar ego tersebut diarahkan untuk yang positif.
             Mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI dan yang sekarang menjabat sebagai ketua umum DPP Partai Golkar ini juga menyampaikan agar jangan sampai ada sekat-sekat dalam masyarakat Belajasumba, namun agar bersama-sama, bahu-membahu menmaksimalkan seluruh potensi dan sumber daya yang ad, berperan aktif dalam pembangunan Belajasumba, agar masyarakat Belajasumba semakin lama semakin sejahtera.
            Ketua Umum Belajasumba, Syarifudin Alamba dalam sambutannya menyampaikan hal yang senada dengan Gubernur Jambi, HBA, yakni persatuan masyarakat Belajasumba, berkontribusi dalam pembangunan di daerahnya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Belajasumba.
            Sebelumnya, Ketua Panitia Halal bi Halal Belajasumba, yang juga Ketua TP Sriwijaya, Ansori Sinungan (dari Lampung) mengatakan bahwa halal bi halal ini merupakan tradisi yang sudah dilaksanakan hampir 40 tahun dan sangat positif untuk mendukung pembangunan di Belajasumba. Dia juga mengatakan bahwa dalam halal bi halal ini dilakukan penggalangan dana untuk diberikan kepada masyarakat korban banjir bandang di Wasior, papua Barat.
            Halal bi halal tersebut dimeriahkan dengan penampilan alat musik tradisional dari Bengkulu, dol, Tari Zara Zapin dari Jambi, Tari Zapin Rebana dari Bangka Belitung, Tari Gending Sriwijaya dari Sumatera Selatan, dan Pagelaran Busana (Zainal Songket) dari Palembang.
            Putri Indonesia 2010, Nadine Alexandra Dewi Ames, dan perwakilan lainnya dari Yayasan Putri Indonesia juga turut hadir, yang mana TP Sriwijaya dan Yayasan Putri Indonedia bekerjasama menggalang dana untuk Wasior.
            Helmi Yahya dan Refalina Sayuti Temat menjadi pembawa acara atau MC dalam Halal bi halal ini. (Mustar/fotografer : Marzuki).


0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More