JE, Sub-sektor Perkebunan merupakan sub-sektor yang memberikan kontribusi cukup besar Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jambi, ujar Gubernur Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus, MM, Kamis (28/10), yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Fachrori Umar, M. Hum, saat membuka pertemuan Asosiasi Pertani Perkebunan dan Dewan Komoditi Perkebuhnan Provinsi Jambi, bertempat di hotel Wiltop Jambi.
Karenanya ujar gubernur, komoditas perkebunan di Provinsi Jambi menjadi komoditas strategis dan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi di Provinsi Jambi. Menurut gubernur, saat ini terdapat tujuh komoditas unggulan yang perlu mendapat perhatian, masing-masing terdiri dari ; karet, kelapa sawit, kelapa dalam, kopi, casseavera (kulitr manis), the dan pinang, dan lima potensia lainnya, yakni ; lada, nilam, tebu dan tembakau. Dari 12 komoditas tersebut, telah memanfaatkan lahan seluas 1,3 juta hektar dan melibatkan 600 ribu kepala keluarga (KK) petani, dengan kontribusi pendapatan petani dan pelaku usaha lainnya sebesar Rp13,5 triliun setiap tahunnya.
Lebih lanjut disampikan gubernur, melihat kondisi tersebut, rasanya tidak berlebihan jika orang menyebut komoditas perkebunan sebagai “hujan emas” bagi masyarakat Jambi. Namun demikian komoditas ini masih perlu dilakukan pembinaan, karena dirasakan kontribusinya belum memberikan tingkat kesejahteraan yang merata bagi para petani perkebunan di Provinsi Jambi, ujarnya.
Selain itu gubernur juga menyampaikan, posisi tawar petani Jambi saat ini masih lemah. Sebagai pelaku utama seharusnya petani memperoleh imbalan yang besar dalam proses produksi, namun hak-hak dasar tersebut selalu terabaikan. Karena itu, upaya untuk menggugah petani masih harus terus dilakukan. Diperlukan membangun kebersamaan, pemerataan, kerukunan, kesetaraan serta keadilan bagi petani, tegasnya.
Gubernur juga menyampaikan rasa syukur, bahwa di Provinsi Jambi sejak lima tahun terakhir telah membentuk wadah organisasi, seperti Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO), dan Asosiasi Petani Kelapa Indonesia (APKI), bahkan pada awal tahun 2010 ini juga telah debentuk Dewan Rempah Indonesia Provinsi Jambi (DEKINDO). Pembentukan asosiasi atau wadah ini merupakan pengaplikasian dari amanah Undang-undang perkebunan nomor 18 tahun 2004, dan perkumpulan ini menurut gubernur cukup efektif untuk menampung aspirasi, sekaligus sebagai media advokasi dan komunikasi dalam memperjuangkan hak-hak anggotanya untuk mencapai kesejahteraan. Untuk itulah pada kesempatan ini gubernur berharap, agar wadah yang telah dibentuk dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin, harapnya.
Gubernur juga menyampaikan, bahwa dalam visi Jambi Emas 2015, prioritas pengembangan ekonomi rakyat, Pemerintah Provinsi Jambi terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Dalam kerangka tersebut, sudah selayaknya para petani dibantu secara bersama-sama, agar petani bisa berkembang dan mandiri. Melalui forum ini gubernur juga berharap kepada para pengurus asosiasi untuk dapat berperan aktif menjembatani petani untuk bias meningkatkan pendapatannya, sehingga apa yang menjadi cita-cita Jambi Emas 2015 dapat terwujud.
Disamping itu, peran wadah yang dibentuk ini diharapkan agar dapat memberikan bimbingan dan mengembangkan anggota-anggotanya dalam kerangka menunjang pembangunan nasional dan daerah menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur.
Sebelumnya Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Ir. H. Tagor Mulia Nasution, MM melaporkan, bahwa tujuan pertemuan ini guna memberikan pembekalan pada pengurus asosiasi, diskusi antar pengurus, penyusunan program kerja tahun 2011, dan menyususn/merumuskan perluang kerjasama kemitraan antara asosiasi petani, asosiasi pengusaha dan dewan komoditi, dan melantik pengurus Dewan Pengurus Provinsi (DPP)APKASINDO, APKARINDO, dan DEKINDO Provinsi Jambi.
Pertemuan ini dilaksanakan dua hari, (27-28 Oktober 2010), yang diikuti 50 orang peserta, masing-masing dari APKASINDO, APKARINDO, APKI, DEKINDO, Majelis Permusyawaratan Anggota gabungan pengusaha perkebunan Indonesia (Gaperindo) Provinsi Jambi priode 2010-2015, dan asosiasi petani jarak pagar Indonesia (APJP).
Sedangkan pengurus yang dilantik pada kesempatan ini terdiri dari ; APKASINDO, APKI, Majelis Permusyawaratan Anggota GAPERINDO Provinsi Jambi. Sebagai Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Apkasindo priode 2010-2014, Mahital, SE, Wakil Ketua Yansori. A.Kep, dan Kliwon, Sekretaris Sudirman, S.Pd, Wakil Sekretaris Eswara dan Solihin, dan sebagai bendahara Diantoni, SP dengan wakil M. Amin, yang dilengkapi dengan Bidang-bidang.
Untuk kepengurusan Dewan Kelapa Indonesia Provinsi Jambi priode 2010-2014 terdiri dari Dewan Pengurus Ketua AM Amcik Sulaiman, Wakil Ketua H. Lamsirca, Sekretaris Ir. Husnawati, Ir. Sislawati, Ir. Ridwanakil dan Munstar, dan sebagai bendahara Ir. Yulia Trisna, yang dilengkapi dengan Bidang-bidang.
Kemudian Mejelis Permusyawaratan Anggota GAPERINDO Provinsi Jambi priode 2010-2015, Ketua Mahital, SE, Wakil Ketua Muhammad, ST, Sekretaris Ir. Simon Petrus, yang dilengkapi dengan anggota kepengurusan lainnya.
Hadir pada kesempatan ini Ketua Umum Gaperindo yang diwakili Dr. Salam Taher, Ketua Umum Dewan Kelapa Indonesia Prof. Dr. Irawadi Jamaran, Ketua umum Apkarindo H. Lukman Zakaria, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jambi, dan undangan lainnya.(Sunarto / fotografer Sukirno).
19.08
jambiemas



0 komentar:
Posting Komentar