Jambi- Gubernur Jambi Drs.Hasan Basri Agus,MM membuka secara resmi Sosialisasi Kebijakan Ekonomi Menghadapi Persaingan Global, Senin (15/11) bertempat di hotel Wiltop. Dalam sambutan tertulisnya Gubernur menyampaikan bahwa dalam era perdagangan bebas baik dalam kerangka AFTA,APEC maupun WTO.Setiap negara berupaya secara maksimal untuk menciptakan kerangka kebijakan yang mampu menciptakan iklim perekonomian yang kondusif untuk meningkatkan investasi dalam negeri serta mendorong masyarakat untuk bermain di pasar global.
“Globalisasi ekonomi telah meningkatkan persaingan antar negara-negara dalam suatu system ekonomi telah meningkatkan persaingan antar negara-negara dalam suatu system ekonomi internasional. Salah satu cara menghadapi dan memanfaatkan perdagangan internasioal adalah meningkatkan daya saing melalui peningkattan daya saing melalui peningkatan efisiensi dan produktivitas kerja.Sebagai langkah awal untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, perlu dilakukan perubahan structural untuk memperkuat kedudukan dan peran ekonomi masyarakat dalam perekonomian”tegasnya.
Gubernur menjelaskan bahwa pada kondisi persaingan global yang saat ini sudah memasuki fase penting dalam pangsa pasar Asia dapat terlihat begitu melesatnya produk-produk impor negara-negara maju di Asia yang telah menguasai pasar di tanah air. Dan kondisi ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Provinsi Jambi yang memiliki letak strategis dalam perdagangan global.
“Situasi ini dapat kita manfaatkan dengan baik,di sisi lain sector swasta yang merupakan sector strategis dan berada pada posisi pentin dalam perekonomian domestic dan global, senantiasa dituntut untuk berupaya meningkatkan produktivitas sehingga dapat bersaing dan dapat bertahan dalam situasi apapun dalam perekonomian serta yang terpenting lagi adalah dapat menguasai pasar global secara baik’ jelasnya.
Gubernur juga mengatakan bahwa dalam menghadapi globalisasi perdagangan,ada hal yang cukup memprihatinkan dengan sector Usaha Kecil dan Menengah. Menurut Gubernur di tengah tuntutan kemampuan bersaing di dalam negeri,UKM juga harus menghadapi persaingan global yang berasal dari berbagai bentuk usaha mendorong integrasi pasar antar negara dengan seminimal mungkin hambatan.
“Dengan pergeseran yang terjadi pada tatanan ekonomi dunia yang mengarah pada persaingan bebas, dapat dikatakan bahwa UKM sesungguhnya menghadapi situasi yang bersifat double squeeze yaitu situasi yang datang dari sisi internal (dalam negeri), berupa ketertinggalan dalam produktivitas efisiensi dan inovasi, kedua adalah situasi yang datang dari eksternal pressure yaitu masalah ketimpangan struktur usaha dan juga kesenjangan antara usaha besar dengan usaha kecil dan menengah”ungkapnya. (Maria)
02.37
jambiemas



0 komentar:
Posting Komentar