JE, Dalam meningkatkan pembangunan perekonomian di Provinsi Jambi, Provinsi Jambi memandang perlu dan penting mengembangkan ekonomi kreatif, karena ekonomi kreatif diyakini dapat memberikan kontribusi yang nyata. Hal ini disampaikan Gubernur Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus, MM, dalam sambutan tertulisnya yang disampikan oleh Asisten Bidang Kesejahteraan Sosial Setda Provinsi Jambi, Ir. Havis Husaini, M.Si, saat membuka Sosialisasi Peningkatan Industri Kreatif, Cinta Produk Indonesia, Kamis (14/10) bertempat di ruang Cemara Hotel Grand Jambi.
Ditegaskan gubernur, bahwa hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden No. 6 tahun 2009, tentang pengembangan Ekonomi Kreatif, dan sebagaimana diketahui bersama bahwa pemerintah Provinsi Jambi telah menetapkan visi “Jambi EMAS 2015” (Ekonomi Maju, Aman, Adil dan Sejahtera). Untuk mencapai visi dimaksud telah ditetapkan beberapa prioritas pembangunan dengan beberapa prioritas pembangunan, salah satunya adalah, pengembangan ekonomi rakyat, investasi dan kepariwisataan.
Sehubungan dengan itu, konsep ekonomi kreatif merupakan sabuah konsep baru yang mensinerjikan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ede dan iptek serta sumberdaya manusia (SDM), sebagai factor utama dalam kegiatan ekonominya.
Menurut gubernur, struktur perekonomian dunia mengalami tranformasi dengan cepat, seiring dengan pertumbuhan ekonomi, dari yang sebelumnya berbasis sumberdaya alam (SDA), menjadi berbasis sumberdaya manusia (SDM), dari era pertanian ke eraindustri dan informasi, yang selanjutnya berkembang kearah ekonomi kreatif, dengan berorientasi pada inovasi dan gagasan kreatif.
Lebih lanjut disampaikan gubernur, Pemerintah Provinsi Jambi sangat berkepentingan untuk mengembangkan dan menerapkan konsep ekonomi kreatif, karena ekonomi kreatif dapat mendatangkan dua keuntungan secara bersamaan, yaitu pertumbuhan ekonomi yang prorakyat dan juga penguatan identitas budaya local yang memperkaya identitas nasional secara nyata, tegas gubernur.
Dengan demikian menurut gubernur, keragaman adat dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia, akan menghasilkan produk yang sangat khas, karena ada sentuhan etnik dan kultur yang berbeda, seperti batik Jambi tidak sama dengan batik dari Jawa, ini merupakan salah satu industri kreatif. Provinsi Jambi pada masa yang akan datang tidak akan memiliki daya saing yang kuat, apabila pertumbuhan ekonominya hanya mengandalkan sumberdaya alam, oleh karenaya konsep ekonomi kreatif akan menjadi wahana tepat dan menarik untuk memberikan nuansa yang lebih variatif, yang mengkombinasikan antara kekayaan sumberdaya alam dengan sumberdaya manusia yang berkualitas, teknologi yang inovatif dan gagasan yang baru, tambah gubernur.
Untuk mencapai hal tersebut menurut gubernur, harus terus didorong peningkatan kemampuan penguasaan teknologi dari berbagai bidang, serta mengedepankan prinsif-prinsif pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, agar pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabilitas ekonomi yang kokoh dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Dengan prinsip itu pula diharapkan kesejahteraan masyarakat akan lebih merata, ketimpangan pembangunan antar daerah kabupaten/kota dapat diatasi, pengangguran dapat dikurangi dan kemiskinan dapat diturunkan, tegas gubernur.
Sehungan dengan itu semua, pada kesempatan ini gubernur mengajak semua pemangku kepentingan untuk mengembangkan ekonomi kreatif dengan memberdayakan segala potrensi yang ada, gubernur juga menyampaikan apresiasinya yang tinggi kepada semua pihak yang telah melakukan inovasi dan kreasi, khususnya kepada yang melakukan kegiatan di sector usaha dan industry kecil, menengah dan koperasi, dan gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Jambi untuk berusaha memilih dan mencintai produksi dan kreativitas dari anak negeri, karena ini akan memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan penyediaan lapangan pekerjaan, serta menggerakkan sector pendukung lainnya.
Sebelumnya Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi M. TAUFIK.RH, SE dalam laporannya yang disampikan oleh Kepala Bagian PMCMCE Syofriadi, S.Sos.I, selaku ketua panitia menyampaikan bahwa, sosialisasi ini dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jambi dalam hal ini Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI.
Diselenggarakannya sosialisasi ini berkaitan dengan tugas Kemkominfo RI, yakni menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang komunikasi dan informatika dengan tujuan untuk mewujudkan masyarakat informasi yang sejahtera dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pencapaian tujuan tersebut dilakukan melalui penyelenggaran komunikasi publik yang efektif, ketersediaan dan keterjangkauan informasi, efisiensi dan integrasi pelayanan publik serta melalui pengembangan ekonomi informasi.
Badan Informasi Publik (BIP) sebagai salah satu satuan kerja yang ada di dalam struktur organisasi Kemkominfo memiliki visi terselenggaranya pelayanan informasi publik yang akurat, cepat, mudah dan merata. Dengan misi BIP senantiasa mengembangkan sistem pelayanan informasi publik, meningkatkan fasilitas dan pelayanan informasi publik dibidang polhukam, perekonomian dan kesra, serta meningkatkan pengelolaan pendapat umum.
Adapun Strategi kegiatan adalah, a) Memberikan kemudahan akses informasi masyarakat guna pengembangan pribadi, keluarga dan lingkungan sosialnya, serta, b) Memberikan fasilitasi sarana dan prasarana dalam rangka meningkatkan kelancaran arus informasi dan interaksi antara pusat dan daerah.
Sehubungan dengan iti BIP membutuhkan lembaga “mitra” kerja yang dapat menjadi “jembatan” komunikasi dengan daerah dalam penyebaran informasi publik. Dengan adanya hubungan kemitraan dimaksud, maka diharapkan program-program pemerintah pusat dapat dikomunikasikan kepada pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, untuk kemudian diteruskan ke seluruh masyarakat. Melalui kegiatan ke daerah ini diharapkan komunikasi yang terputus antara pusat dan daerah dan sebaliknya dapat dibangun kembali sehingga berbagai kebijakan publik dapat tersosialisasikan secara cepat dan tepat, serta merata ke seluruh pelosok tanah air. Dengan demikian akan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk ikut berperan serta dalam pembangunan nasional di segala bidang kehidupan.
Peserta sosialisasi dalam bentuk Forum Tatap Muka berjumlah 50 orang, terdiri dari, Kabag Humas SKPD dilingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jambi, Dinas Instansi terkait dilingkungan Pemerintah Provinsi Jambi, Badan POM, Puskud dan Kadin Provinsi Jambi Staf BiroHumas dan Protokol Setda Provinsi Jambi.
Sosialisasi Peningkatan Industri kreatif dilaksanakan daklam bentuk ceramah dan diskusi, dengan mengangkat tema “Pelaksana kegiatan Peningkatan Industri Kreatif Cinta Produk Indonesia”, menghadirkan narasumber untuk setiap sesi terdiri dari : Drs. Djunaidi T.Noor, MM (Staf khusus Gubernur Jambi), Drs. Edy Sukarno,M.Sn (Biro Umum Setda Prov.Jambi), dengan moderator Yunasri Basri, S.Pt. Pejabat dilingkungan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi. (Sunarto / fotografer Sukirno).
00.03
jambiemas



0 komentar:
Posting Komentar