JE , Usai menghadiri acara Halal Bi Halal yang diselenggarakan oleh warga masyarakat Kelurahan Payo Selincah Kecamatan Jambi Timur, Gubernur Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus (HBA) langsung bergerak menuju lokasi jalan lingkar selatan guna meninjau kembali dan melihat secara langsung kedaan jalan tersebut. Sebelumnya, Gubernur Jambi HBA juga pernah meninjau jalan ini. Disamping itu, orang nomor satu di Provinsi Jambi ini juga ingin melihat secara langsung perkembangan tahap pengerjaan perbaikan jalan tersebut yang dikerjakan oleh pihak Asosiasi Pengusaha Pertambangan Mineral Dan Batubara Provinsi Jambi (AP2MBJ) dan juga pihak Asosiasi Angkutan Minyak Sawit Mentah (CPO) yang bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jambi dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi.
Mengenai jalan yang rusak di lingkar selatan ini, Gubernur Jambi HBA menegaskan bahwa selama jalan ini masih di gunakan untuk mobil batubara, untuk itu dirinya bersama pihak AP2MBJ dan juga pihak Asosiasi CPO sudah sepakat, dimana kesepakatan itu adalah bahwa pihak asosiasi batubara dan juga pihak asosiasi CPO bersedia untuk membantu perbaikan jalan lingkar selatan sebelum dana anggaran dari pihak pemerintah pusat turun. “Sekarang ini dana tersebut lagi poses tender di departemen PU. Sekarang belum putus, bahkan sudah dilaporkan ke bank asia dan kita akan menunggu dana itu turun,sekitar 89 miliar untuk merehab jalan”, ungkap Gubernur HBA dihadapan para wartawan disela-sela peninjauan jalan lingkar selatan. (Sabtu,16/10).
Pada kesempatan ini, Gubernur Jambi HBA kembali menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi hanya bisa mengusulkan saja dan semua itu tergantung dari pihak Pemerintah Pusat. “Bahkan, sampai komentar masyarakat yang demo pun yang di muat di media-mesia kita kirimkan ke pemerintah pusat biar bisa dibaca ,dan kita berterima kasih kepada pihak asosiasi minyak kelapa sawit (Asosiasi CPO) dan asosiasi batu bara,yang sudah membantu pemerintah daerah untuk merehab jalan ini”, ungkap HBA lagi.
Saat disinggung mengenai penutupan jalan lingkar selatan ini oleh masyarakat, orang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut mengatakan bahwa kalau jalan ini di tutup juga banyak warga masyarakat yang tinggal dibelakang jalan lingkar selatan juga rugi. “Selain itu, kita harus perhatikan juga sopir yang bawa batu bara itu berapa banyak anak yang di nafkahkannya. Jadi tidak bisa satu sisi kita melihatnya, bahkan rumah makan yang berada di dekat jalan itu juga bergantung dengan mobil batu bara yang melintas. Lebih banyak lagi yang harus di perhatikan,yang mana tukang tempel ban, tukang minyak dan tukang rokok yang juga saling tergantung dengan jalan tersebut”, jelas Gubernur HBA.
Mengenai pengaktifan kembali jembatan timbang, Gubernur Jambi juga tidak menepis akan hal itu, bahkan Gubernur Jambi juga menyampaikan kesiapan jembatan timbang saat ini,yang mana proses jembatan timbang dalam dalam tahap pembangunan. “Kita harapkan nanti selesainya jembatan timbang akan bisa menekan kapasitas muatan mobil, apabila muatan mobil melebihi tonase akan kita turunkan di jembatan timbang itu”, jelas Gubernur lagi.
Mengenai kapasitas mobil yang melebihi tonase, Gubernur Jambi kembali menegaskan bahwa untuk saat ini dikarenakan belum diaktifkannya kembali jembatan timbang maka belum bisa untuk mengukurnya. Selain itu Gubernur Jambi juga menghimbau untuk menghindari kerusakan jalan lingkar ini kedepannya nanti, dianjurkan agar setiap kendaraan bermuatan berat yang melintasi jalan ini nantinya dapat menggunakan ban atau titik sumbunya lebih banyak. “Dengan panjang kendaraan dan ban 10 sampai 20 itu tidak masalah, karena titik tekannya tidak itu saja, jadi terbagi-bagi titik bebannya”, tambah Gubernur.
Gubernur Jambi menambahkan, kerusakan jalan ini adalah tugas pemerintah. Seharusnya menurut Gubernur pemerintah pusat sudah meningkatkan jalan ini menjadi tahapan delapan ton. “Namun apa boleh buat karena kita dapat anggaran sedikit. Maunya kita jalan ini berkapasitas 40 ton, tapi duitnya mana, ya di pemerintah pusat”, tambah Gubernur lagi. (Dedy/Foto : Marzuki)
00.09
jambiemas



0 komentar:
Posting Komentar