JE, Pengembangan Fashion Muslim langkah kongkrit dalam menciptakan peluang dan kesempatan kerja di sektor riil, demikian disampaikan Gubernur Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus, MM, Senin malam (16/11), dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Fachrori Umar, M. Hum, saat membuka Sosialisasi Road Map Pengembangan Fashion Muslim, bertempat di Hotel Wiltop Jambi.
Sosialisasi Road Map Pengembangan Fashion Muslim yang dilaksanakan Tim Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, serta Kementerian Perindustrian bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jambi ini diikuti oleh para Kepala Biro Lingkup Perekonomian dan Pembangunan se-Indonesia Wilayah Barat, para para perancang, perajin, dan pemerhati busana muslim, dihadiri juga oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawadi, putri Indonesia, putrid pariwisata, serta undangan lainnya.
Ditegaskan gubernur, dalam konteks busana muslim, yang dikemas dalam Road Map Pengembangan Fashion Muslim yang diselenggarakan, dapat mendorong semua pihak, khususnya para pelaku usaha dalam sektor terkait. Menurut gubernur, dengan meningkatnya pangsa pasar busana muslim, dapat memicu terjadinya demand-supply produk tektil yang semakin membaik, dan dengan upaya tersebut, diharapkan akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan nasional. Selain akan memberi nilai tambah bagi kualitas daya saing industri kraktif dan tekstil, tentunya juga akan berkontribusi terhadap upaya mengurangi angka pengangguran, serta upaya mengembangkan kualitas sumber daya manusia dalam kaitan pengembangan industru kreaktif tersebut, ujar gubernur.
Selain itu disampaikan gubernur, industri busana muslim yang dikembangkan dalam bentuk dan ragam yang kreaktif dan inovatif, merupakan salah satu dorongan untuk mengembangkan usaha-usaha yang berskala kecil dan menengah, yang diketahui bahwa sektor ini masih memerlukan penanganan melalui kebijakan yang tepat dalam pengelolaannya.
Lebih lanjut disampaikan gubernur, mencermati hal tersebut, melalui konsep road map yang terintegrasi ke dalam suatu system pengambangan industri kreaktif dan inovatif, maka tidak saja terbatas industri fashion dan busana muslim yang akan dikembangkan, bahkan produk-produk kreaktif lainnya akan sangat memungkinkan untuk dikembangkan dengan konsep yang sama, sehingga dengan demikian industri kraktif akan bergerak dan maju secara bersama-sama, tegas gubernur.
Sebelumnya Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawadi, dalam sambutannya menyampaikan, “Kita berharap ketika orang mendengar Indonesia, maka akan ingat baju Muslim yang trendi," kata .
Menurut Edy, bila terwujud lndonesia menjadi kiblat mode busana muslim dunia, maka akan banyak dampak ikutan, "Dengan menjadi kiblat Islamic fashion, kita harapkan kunjungan wisata dan penjualan baju Muslim meningkat, Indonesia juga akan terkenal dengan nilai-nilai kebaikan melalui pakaiannya." tuturnya.
Karenanya, salah satu langkah nyata untuk mewujudkan Indonesia menjadi kiblat busana Muslim dunia, menurut Edy, yaitu dengan membentuk Indonesia Islamic Fashion Consorsium, yang diprakarsai bersama antara Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Perindustrian, asosiasi pengusaha, dan lainnya.
Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan, meyakini bahwa produk busana muslim Indonesia mampu bersaing di era pasar global (perdagangan bebas). Sebab, Indonesia bermodal besar untuk menghadapi era perdagangan bebas dengan konsumen yang setia, sumber daya manusia kreatif, serta produk bernilai tambah tinggi dan unik. Produk busana Muslim Indonesia selalu memunyai karakter dengan didukung sumber daya alam dan manusia terampil, sehingga berbeda dengan produk yang dibuat secara massal. Indonesia berpeluang untuk berkembang menjadi pusat mode dunia, karena sudah punya nama untuk bridal dan tenun, ujarnya.
Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi DR. Ir. Didy Wurjanto, M. Si, menyampaikan bahwa perkembangan fashion muslim di indonesia cukup pesat, hal ini dapat dilihat akhir-akhir ini di Jambi banyak tumbuh dan berkembang rumah-rumah mode pakaian muslim, seperti di kawasan Sungai Kambang, Mayang, Talang Banjar dan banyak lagi yang lainnya, di dukung pula dengan beberapa desainer.
Hal ini menurut Didy, karena busana tradisional Jambi dengan baju kurung dan tekuluknya merupakan cirri khas dan karakter wanita Jambi, dan dalam perkembangnnya baju kurung dan tekuluk Jambi terkesan biasa-biasa saja dan terkesan bersahaja, namun dengan sentuhan para desainer, maka pakaian muslim di Jambi menjadi lebih modis dan ab to date, karenanya ini bisa jadi pertimbangan Jambi bisa menjadi kiblatnya pakaian muslim di Indonesia, ujarnya. (Sunarto / fotografer A. Somad).
KEPALA BIRO HUMAS DAN PROTOKOL
SETDA PROVINSI JAMBI
M. TAUFIK.RH, SE
Pembina Tk. I
NIP.430005673
04.15
jambiemas



0 komentar:
Posting Komentar